Terkait penggalangan dana, Ketua PPNI RSUZA : Ini Murni Aksi Solidaritas

Banda Aceh-Tersiar berita di media online bahwa Perawat dan Bidan menggalang dana untuk rekan sejawatnya yang terindikasi covid 19 reaktif. Atas berita tersebut timbul berbagai respon dari warga baik dari kalangan kesehatan sendiri maupun masyarakat luas lainnya.

Dikutip dari salah satu media online disebutkan pernyataan seorang perawat yang namanya dirahasiakan bahwa “Kami kembali diminta menyumbang dana dengan besaran yang sudah ditentukan sebagai santunan untuk 3 perawat dan bidan yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Covid-19. Sampai hari ini tercatat sudah 7 perawat dan bidan di RSUZA positif terinfeksi Covid-19, mereka yang positif adalah yang ditugaskan pada ruangan yang menangani pasien Covid-19,” (01/7/2020).

Menanggapi isu yang berkembang, Ketua PPNI Komisariat RSUZA Banda Aceh, Ns.Masli Yuzar, S.Kep. kepada media ini (03/7/2020) mengatakan bahwa Merujuk ke Berita online “Insentif Tak Kunjung Cair, Perawat RSUZA Lakukan Penggalangan Dana”, sebagai bagian dari perawat RSUZA Banda Aceh, perlu memberikan informasi yang sebenarnya agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap aksi tersebut.

“Penggalangan dana ini murni dilakukan sebagai aksi solidaritas perawat dan bidan RSUZA untuk teman2 yang bertugas di tim Covid-19, tidak ada pemaksaan sama sekali terhadap pemberian donasi tersebut. Sebagai sejawat kita merasa satu tubuh, jika ada yang sakit maka semua tubuh akan terasa sakit” ujar MasliYuzar.

“Kita juga memahami alasan keuangan rumah sakit yang tidak stabil, dan ada resistensi yang menyebabkan ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan aksi sosial dimaksud. Namun perlu dipahami sebenarnya donasi yang kita berikan ke teman-teman sejawat itu tidak seberapa dibandingkan perjuangan dan pengorbanan tim covid untuk rakyat Aceh.” tutur Ketua Masli Menambahkan.

“Akhirnya hanya kepada Allah kita mohon perlindungan dengan keberkahan salawat kepada Baginda Rasulullah SAW, kita sama-sama berdoa semoga pandemi covid 19 ini segera dicabut oleh Allah dan kita bisa kembali hidup normal secara natural seperti sedia kala” pungkas Masli Yuzar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.