📜 Antara Harapan & Kenyataan

Salah satu di antara fitrah bawaan penciptaan manusia adalah mereka membawa harapan dalam menjalani kehidupan. Harapan akan melahirkan semangat untuk mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya, tanpanya hidup akan terasa berat untuk di lalui. Pehatikanlah, terhadap manusia yang telah putus harapan !. Tidaklah, mereka mendapatkan melainkan kesusahan dan kegelisahan.

Keimanan yang kuat, akan melahirkan harapan dan prasangka yang baik kepada Allah Taala. Oleh karenanya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengingatkan ummatnya, agar tetp menjaga harapan baik kepada Allah Taala (Husnudzhan) sampai datangnya kematian.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ : ( لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ) رواه مسلم (2877) .
“Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshori radhiallahu anhu berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tiga hari sebelum meninggal dunia bersabda: “Jangan salah seorang diantara kamu meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah Azza Wa jalla.” HR. Muslim, 2877.

Di antara harapan Nabiyullah Ibrahim alaihissalam adalah hadirnya anak sebagai penerus risalah kenabian. Akan tetapi, kenyataan berkata lain, usia senja telah datang menghampiri, Sarah sang istri yang senantiasa setia mendampingi perjalanan dakwah bukanlah wanita subur dan telah juga berusia tua.
Allah Taala berfirman..
(قَالَتۡ یَـٰوَیۡلَتَىٰۤ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزࣱ وَهَـٰذَا بَعۡلِی شَیۡخًاۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَیۡءٌ عَجِیبࣱ)
” Isterinya (Sarah) berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”. (Q.S. Huud : 72).

Ternyata !, harapan dan kenyataan haruslah terikat dengan keimanan yang kuat. Sampai Allah Taala mendatangka janjiNya. Perhatikanlah..!

(قَالُوۤا۟ أَتَعۡجَبِینَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۖ رَحۡمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَـٰتُهُۥ عَلَیۡكُمۡ أَهۡلَ ٱلۡبَیۡتِۚ إِنَّهُۥ حَمِیدࣱ مَّجِیدࣱ)
” Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. (Q.S. Huud : 73).

Saudaraku…
Terkadang harapan tak seindah kenyataan. Maka, ikatlah keduanya dengan keimanan, niscaya engkau akan mendapatkan keajaiban.

والله تعالى أعلم

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abu Usamah

Leave a Reply

Your email address will not be published.