SEBUAH CERITA SAHABAT

Kami bertiga sudah merajut persahabatan 30 tahun lebih, sebuah perjalanan waktu yang tak bisa dikatakan singkat.

Kami dulu waktu SMP satu kelas, kami adalah produk dari SMP 1 Matangglumpangdua. Saya masih ingat, sahabat saya yang memakai peci namanya Mirzal Syeh Tawi adalah murid unggul di kelas kami, bukan hanya level kelas dia unggul, bahkan Mirzal yang saat ini telah menjadi salah seorang Wakil Direktur di RSUD dr. Fauziah Bireuen menjadi juara umum saat itu. Luar biasa.

Sedangkan Munawar Ibrahim yang saat ini merupakan salah seorang Kepala Bidang (Kabid) pada RSU dr. Fauziah Bireuen, pada saat itu bukanlah murid yang menonjol, kalau saya apalagi, selain malas sekolah, saya juga asik dengan dunia khayalan sendiri, bahkan saya termasuk murid yang boleh dikatakan “gagal” pada saat itu.

Sahabat Alumni SMPN 1 MTG ( dari kiri ke kanan : Mirzal Syeh Tawi, Munawar Ibrahim, Hamdani

Tetapi hari ini, seiring perjalanan waktu, kami telah meraih keberhasilan di karir kami masing-masing. Khususnya saya, meski termasuk murid yang gagal, saat ini Alhamdulillah telah berhasil menggapai cita-cita saya sebagai wartawan.

Luar biasanya lagi, saya bahkan bisa meraih sesuatu yang dulunya tak pernah terlintas dalam cita-cita, yakni menjadi seorang abdi negara (PNS) dosen di Politeknik Negeri Lhokseumawe selain profesi wartawan yang saya sebutkan tadi.

Sahabat, semua keberhasilan itu tentu tidak kita raih dengan cara berpangku tangan ya kan? Kita menggapainya dengan segala usaha dan upaya, tidak instan. Untuk mendapatkan kesempatan karir yang baik di PNS kita bertiga telah meraih magister (S2) di bidang kita masing-masing. Insya Allah kalau ada kesempatan akan menggapai S3 (Doktor) juga.

Semua ini saya ceritakan bukan buat pamer dan membanggakan diri, tapi niatnya adalah ingin menularkan spirit kepada generasi milenial, bahwa untuk meraih cita-cita tidak akan bisa dicapai tanpa usaha yang nyata serta kerja keras yang tak mengenal lelah dan tak mudah menyerah.

Ibarat besi yang menjadi pisau, tanpa dibakar dan ditempa maka dia akan tetap menjadi besi yang tiada berharga. Oleh sebab itu, sahabat muda harus terus berjuang, harus optimis menghadapi masa depan, dimana tantangan semakin berat pada masa yang akan datang, tapi dengan mengasah skill yang mampuni, maka Anda akan bisa eksis. Kuncinya adalah punya kompetensi yang bisa diandalkan. Mari berkarya. Salam.[]

Ditulis oleh Hamdani, dikutip dari status akun Facebook Hamdani Wartawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.