Antara Syukur dan Rezeki

Intisari Syukur

Syukur sama dengan “zhuhur” artinya “nyata”, yaitu pernyataan yang terungkap dalam bentuk pujian kata-kata dan pengakuan dalam hati akan adanya nikmat Allah. Menurut istilah, syukur adalah pernyataan atas kebesaran Tuhan yang telah memberikan nikmat dan dibuktikan dalam bentuk perbuatan nyata.

Syukur tidak hanya dalam kesenangan lahir, mengeluarkan uang untuk berpesta. Syukur adalah menerima segala sesuatu dengan perasaan “tidak kecewa”, apa pun yang terjadi. Sebab apa pun yang Anda alami, tidak lebih buruk dari yang dialami orang lain. Jika Anda merasa menderita, ketahuilah pasti ada makhluk Allah yang lebih menderita daripada Anda. Anda masih punya sesuatu yang lebih baik.

Ibnu Qayyim dalam kitab Uddat ash-Shabirin wa Dzakhirat al-Syakirin menyatakan, “Syukur menempati kedudukan yang paling tinggi, di atas tingkatan ridha. Sedangkan ridha itu sendiri masuk dalam bingkai syukur. Syukur adalah separo dari iman. Sedangkan iman itu sendiri terdiri dari dua bagian, separo berupa syukur dan separonya sabar.”

Korelasi Syukur Dengan Kekayaan

Ketika Anda bersyukur, berarti Anda memancarkan cahaya terang, dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan berbuat “baik kepada Anda karena pancaran cahaya Anda. Ketika Anda bersyukur, berarti Anda mengirimkan pikiran-pikiran positif kepada orang dan apa saja yang ada di sekitar Anda. Dan pikiran positif akan menarik kebaikan-kebaikan masuk ke dalam diri Anda. Ketika Anda bersyukur, berarti Anda menarik kebaikan-kebaikan di sekitar Anda, dan Anda akan memperoleh kebaikan yang banyak.

Sebaliknya, ketika Anda tidak bersyukur, berarti Anda mengalami kegelapan. Anda tidak melihat cahaya dan Anda tidak bisa berpikir jernih. Otak Anda menjadi buntu dan tidak melahirkan ide atau gagasan. Padahal ide dan gagasan itulah yang membuka diri Anda menjadi kaya. Pikiran yang luas, itulah modal utama kekayaan Anda. Ketika Anda tidak bersyukur, berarti Anda mengirimkan emosi-emosi negatif kepada orang dan apa saja yang ada di sekitar Anda. Emosi negatif akan menarik keburukan masuk ke dalam diri Anda. Jika emosi Anda yang menonjol, apalagi sampai terlampiaskan dengan perbuatan atau kata-kata, maka sama artinya Anda membentengi diri Anda dari masuknya kebaikan. Sedangkan kebaikan itu adalah rezeki bagi Anda. Alam yang ada di sekitar Anda menjadi musuh Anda. Padahal, alamlah yang akan memberikan segalanya kepada Anda.

Syukur Mengucurkan Rezeki

Apakah Anda ingin mendapat rezeki dan harta kekayaan yang berlimpah? Apakah Anda ingin menikmati karunia Allah secara langgeng dan berkesinambungan? Apakah Anda tidak ingin tersiksa? Jika Anda menjawab “Ya”, maka bersyukurlah! Karena syukur adalah jalan Tuhan untuk mewujudkan keinginan Anda. Syukur membuat kenikmatan bertambah banyak. Percayalah pada janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim {14}: 7).

Leave a Reply

Your email address will not be published.